Yang Pergi Bukan Cuma Kamu Hujan turun pelan di kota yang terlalu sibuk untuk peduli pada orang patah hati. Lampu toko masih menyala, motor masih berlalu-lalang, dan orang-orang tetap tertawa di warung kopi kecil dekat halte. Semuanya berjalan normal, kecuali satu orang: Raka. Setiap malam, Raka punya kebiasaan aneh. Dia naik bus kota terakhir tanpa tujuan. Bukan karena ingin pergi jauh, tapi karena di dalam bus itu, tak ada yang bertanya kenapa matanya sembab atau kenapa dia terus melihat notifikasi kosong di ponselnya. Sampai suatu malam, ada perempuan tua duduk di sebelahnya. Perempuan itu membawa banyak balon warna-warni, padahal hujan deras dan jalanan sepi. Aneh sekali melihat seseorang menjual balon tengah malam. “Kamu lagi kehilangan seseorang ya?” tanyanya tiba-tiba. Raka cuma tersenyum kecil. “Kelihatan banget?” “Orang yang ditinggal biasanya matanya kayak rumah habis kebakaran. Masih berdiri, tapi hangus.” Kalimat itu menamparnya lebih keras dari kenyataan mana pun. Ra...